FAKTANYA ILMIAH DIBALIK SUNNAH RASULULLAH SAW.

Rasulullah adalah teladan yang sempurna dalam hal menjaga kesehatan.
Tidak hanya kesehatan secara jasmani, tetapi juga mental, spiritual, dan
sosial (sehat secara holistik). Berbagai perilaku Rasulullah, seperti
aktivitas fisik, olahraga, dan pola makan banyak dipelajari oleh
ahli-ahli kesehatan saat ini. Diantara berbagai hal tersebut, ada
beberapa fakta menarik mengenai kebiasaan Rasulullah terkait pola makan.
Sebuah pepatah Arab menyatakan
“Kesehatan adalah mahkota tak terlihat, dan tidak ada seorang pun yang dapat melihatnya, kecuali mereka yang sakit”.
Siapapun kita, pasti mendambakan hidup sehat, yakni terhindar dari
berbagai macam penyakit baik lahir maupun batin. Umumnya manusia baru
sadar betapa berharganya kesehatan saat terserang suatu penyakit.
Manusia lalu sibuk berobat ke sana kemari meski dengan biaya mahal
sekalipun. Padahal, sejak dahulu Rasulullah mengingatkan agar kita
menjaga kesehatan sebelum datangnya penyakit (preventif). Beliau
mengajarkan untuk mencegah penyakit daripada mengobatinya. Terbukti,
selama hidupnya, Rasulullah sakit tak lebih dari tiga kali. Di tengah
tugasnya yang begitu berat sebagai pemimpin negara, panglima perang,
kepala keluarga, ayah, suami, dan sebagainya, tetapi beliau tetap
memiliki badan yang bugar dan prima.
Seorang dokter Eropa berkata:“jika semua manusia
mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan
sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada
pasien”
Berikut ini ada beberapa Fakta Sunnah Rasul Baik Untuk Kesehatan
B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih
bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.Kencing
berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih
dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah
SUNNAH.Enzim
di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi,
kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan
menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah
SUNNAH.Makan dan minum berdiri dpt mengganggu perncernaan. Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah
SUNNAH.Makan
di kursi, masih kurang menyehatkan. Dengan duduk di lantai, tubuh akan
membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting
itu adalah
SUNNAH.Makan buah
setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi
asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan
saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu
adalah
SUNNAH.Tidur tengkurep
tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan. Tidur menghadap
kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah SUNNAH.Banyak
Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat,
dan kesehatan. Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi
kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat
mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi
utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
Fakta Ilmiah Pola Makanan Rasullah yang Baik
Pola makan alami yang menjadi dasar sebenarnya sudah lama dikenal
manusia. Orang pertama yang mempopulerkan pola makan ini adalah Dr.
William Howard Hay, ahli bedah ternama pada tahun 1920-an di AS. Dr. Hay
sendiri telah membuktikan bagaimana penyakit ginjal kronis,
pembengkakan jantung, dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama
bertahun-tahun sembuh hanya dalam tiga bulan setelah menjalani pola
makan . Bahkan seperempat bobot tubuhnya yang hampir mencapai 100 kg
juga lenyap bersama penyakit-penyakitnya. baca juga
Kutamaan Manfaat Shalat Subuh
Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa kesehatan dan vitalitas
seseorang sangat bergantung pada pola makannya. Lalu apa bedanya dengan
pola makan 4 Sehat 5 Sempurna yang mengutamakan keseimbangan gizi? Pada
dasarnya hampir
sama.Pola
Makanan tetap mempertahankan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna. Hanya saja,
Pola Makanan memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia, yakni
pencernaan-penyerapan-pembuangan, yang ternyata berlainan intensitasnya
pada pagi, siang, dan malam. Selain itu, dalam pola makanan juga
diperhitungkan sifat asam-basa makanan, sehingga ada kombinasi-kombinasi
makanan tertentu yang tidak dianjurkan, karena menghambat kelancaran
kerja pencernaan tubuh.
Berdasarkan penelitian ekstensif tentang siklus fisiologi, ditemukan
bahwa setiap fungsi tubuh memiliki irama aktivitas biologi yang bekerja
secara sistematis dalam siklus atau putaran 24 jam tanpa henti. Proses
pencernaan sendiri terdiri dari tiga siklus yang didasarkan pada tiga
fungsi tubuh, yaitu menyerap (sari-sari makanan), mencerna (zat-zat
makanan), dan membuang (sampah-sampah makanan). Meskipun ketiga fungsi
tersebut bekerja aktif secara simultan (terus-menerus), setiap delapan
jam sehari masing-masing lebih intensif dibandingkan siklus-siklus
lainnya.
Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12.00 dan pukul 20.00.
Pada siklus ini energi tubuh lebih banyak dipusatkan ke fungsi
pencernaan. Sepanjang siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi
lambung dengan makanan padat. baca juga
Manfaat Air Wudhu Secara ilmiah
Siklus penyerapan berlangsung sangat intensif antara pukul 20.00 dan
pukul 04.00. Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian
besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan
ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, tidur terlambat atau makan
larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses
penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan
siklus-siklus berikutnya.
Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 dan pukul
12.00. Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu
proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus
ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari,
tapi tidak menyadari bahwa ini adalah hal sangat alami. Tubuh sedang
melalui siklus pembuangan, maka tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan
padat (misalnya nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu
tersebut. Hal ini akan mengacaukan proses pembuangan karena kekurangan
energi.
Bagaimana Pola Makanan ala Rasulullah ?
Jauh sebelum teori Food Combining ditemukan, ternyata 14 abad silam,
Rasulullah telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Prof. Dr.
Musthofa Rimadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat
Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai
berikut:
Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu
subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para
pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya
dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat
bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar
pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama
seharian punuh.
Di pagi hari pula Rasulullah saw membuka menu sarapannya dengan
segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Ditinjau
dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung,
mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma.
Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak
zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumi makanan pokok seperti
roti. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang,
kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol
dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun
juga berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim
dingin.
Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran.
Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu
menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
Rasulullah saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau
beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk
lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna.
Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat
cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang
oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah
yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food
Combining (FC).
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak
dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan
tersebut antara lain:
Jangan minum susu bersama makan daging.Jangan makan ayam bersama
minum susu.Jangan makan ikan bersama telur.Jangan makan ikan bersama
daun salad.Jangan minum susu bersama cuka.Jangan makan buah bersama
minum susu
Rasululah SAW pernah mengingatkan bahwa jangan pernah makan ikan
bersama susu, karena akan cepat mendapat penyakit. Hal ini terbukti
karena para ilmuwan menemukan bahwa daging ayam mengadung ion positif,
sedangkan susu mengandung ion negatif. Oleh karena ion yang berlawanan,
maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota pencernaan.
Rasulullah pun pernah mengingatkan kita untuk tidak makan makanan yang
berasal dari laut dan darat secara bersamaan. Belakangan ini diketahui
bahwa ternyata kedua jenis makanan tersebut memiliki tingkat kelarutan
yang berbeda.
Rasulullah adalah seorang yang tidak dapat membaca dan menulis.
Namun, bagaimana seseorang dengan kekurangan seperti itu dapat
menerapkan prinsip keseimbangan asam basa dalam pola makannya
sehari-hari?? Sungguh ini adalah salah satu kebesaran Allah yang
diberikan kepada nabi Muhammad. Oleh karena itu, kita sebagai umat
Islam, harus menyadari betapa pentingnya sunnah Rasulullah dalam
kehidupan sehari-hari. Hal ini membuktikan bahwa agama dan ilmu
pengetahuan dapat berjalan beriringan, bukan berlawanan.
Sumber:
http://www.toplintas.com